Siapakah Dia ?? (Catatan Jalan Sang Pejuang Menuju Relung Kehidupan)

Sahabat, “ia” tak akan datang kedua kali, kesempatan ini hanya sekali dalam hidup, ketika sang keputusanmu tak segera kau luncurkan, maka kesia-siaanlah yang menghampirimu.

“Ia” mungkin susah, bahkan sangat mengganggu pikiranmu, ketika tak kunjung ada kesepakatan antara diri (hati ini, qalbu), dengan fihak luar sang penanggung hidupmu.

Benar, hal yang paling indah, ketika kau sudah wacanakan dan bicarakan dengan lembut, baik, hingga diterima “ia” di hadapannya dengan tangan terbuka, tanpa keluh atau syarat sama sekali.

“ia” bagai dawai yang begitu lembut, mampu mengubahmu menjadi pejuang tanpa tanding, pejuang ksatria, pejuang tahan banting, dan pejuang berakhlak islami.

“ia” kadang menyusahkanmu, tapi “ia” mencoba melatihmu sedikit demi sedikit untuk gempuran dahsyat yang tak tau kapan akan menghampirimu.

“ia” meminta waktumu banyak sekali, hingga keluanganmu habis tak tersisa, tetapi disitulah kau dilatih menggunakan waktu terindah dalam hidupmu, tanpa menyia-nyiakan sedetikpun.

Kadang “ia” merampas paksa waktu tidurmu, hingga tak terasa pagi menjelang, dan kau cukup menaruhkan senyum kepadanya.

“ia” tak dapat kau temui di sembaang tempat, karena “ia” istimewa untuk yang “teristimewa”, ialah kau.

Dan “ia” akan menjadi kawan sejatimu menghadapNya di kelak, bahkan “menemanimu” menghantarkan jalan terindahmu semasa hidup pada para hakim, sang malaikat.

“ia” lah sang pendampingmu “AM*NAH

LALU, MASIHKAH KAU MERAGUKANNYA???

~~hz~~



Sang “iya” Pun Dipaksa Segera Keluar

GARA-GARA MASAK

(Resep Teriyaki)

 

“hes, ibu gak masak sore ini, ini okeh iwak (baca: banyak daging), meh bawa mentahan apa mateng???”

“mateng aja bu….” Seruku bergembira

“ya, tapi, masak dhewe yo”

“iya bu, masak teriyaki ya bu…hehehe”

“ya, ya, karepmu, yang penting jangan mpe isya’, ibu meh nonton sinetron”

Woooooo…. Ibuku, ternyata sedang terkena virus kebanyakan ibu-ibu sekarang, bener-bener wabah, dah, sinetron “***** yang T*RT*K*R” itu jadi santapan lezat, sesudah shalat isya. Alhamdulillah, shalat isya duluan… ^^ (peace…. Session ini akan dibahas di selanjutnya).

Kembali ke masak-memasak…

Baiklah, kali ini saya terpaksa memaksa sendiri. So, searching dulu, Alhamdulillah, di rumah bisa inet, meski rumah saya terhitung sangat pedalaman (baca: jauh dari kota).

Berselancarrr….. berselancar……. Di dunia  maya…  ^^

Kali ini saya sangat semangat untuk memasak, entah kenapa, meski kadang bakat terpendam ini tidak dipercayai oleh orangorang di sekitarku, kecuali ayah bunda. J

Masak..masak..masak,

Ahaaai, sudah ketemu pikirku, ternyata banyak sekali resep-resepnya, tapi, versinya beda-beda. Okelah, yang seadanya bahan di rumah ada aja.

Setelah kubaca semuanya, so, aku simpulkan, aku akan menggunkan resepku sendiri, dengan berbagai sumber, dan beginilah jadinya.

BAHAN : 

1.       ¼ kg Daging sapi…. (wah..wah..wah…, ndak ado, adanya daging kambing, ya sudahlah, ndak apa, teriyaki kambing…ihihih)

2.       2 buah Paprika merah dan ijo… (hmm, di rumah gak ada, gantinya pake tomat ijo dan merah aja dah…)

3.       2 siung Bawang Bombay … (ndak ada bawang bombay, adanya bawang jakarte… ya udah, 4buah aja dah)

4.       4 siung Bawang putih

5.       2 cm jahe, dikeprak

6.       Lada item/putih secukupnya…. (kata ibuku, 1sdt aja, ndak kepedesan)

7.       10 buah cabai ijo dan merah… (wah, kepedesan, dah 5saja cukup)

8.       1sdm kecap asin dan manis (ndak ado kecap asin, yang manis saja lah, ndak apo)

9.       1sdm saus tiram, (ndak ada juga, gapapa)

10.   Gula secukupnya

11.   Garam sesuai selera

12.   Minyak goreng dan / minyak wijen jangan lupa

 

Nah…… itu bahan-bahan-nya, “TERIYAKI ALA HEZ”

Caranya gimana: (notes: ini resep saya nggih, bukan resep aslinya)^^

1.       Siapkan wajan, yang sudah diberi minyak goreng secukupnya, lalu, lada item,jahe, kecap, saus, dan daging dimasak, setelah di osreng beberapa menit, tambahkan air, agak banyak untuk ngerendem, lalu di ungkep selama 30 menit.

2.       Sambil menunggu selama 30menit, bikin campurannya dulu, bawang merang,putih,paprika, cabe, di tumis, jangan terlalu gosong

3.       Campur tumisan dengan daging tadi yang telah dimasak 30menit.

4.       Setelah itu, beri gula dan garam secukupnya, beserta saus tiram.

5.       Diorak-arik, biarkan, beberapa menit, lalu jadi deh…….

Alhamdulillah jadi….

Tapi, lain halnya dengan masakan made in hez ini… hehe…

Woro-woro OPREC GIA 1431 H

WORO-WORO !!!!!!!!!!
Open Recruitment (OPREC) Gema Idhul Adha FMIPA UGM…
formulir pendaftaran bisa diambil di sekre BEM KM FMIPA UGM …

Daftarkan segera diri Anda !!!

Pendaftaran dibuka sampai hari JUM’AT,  29 Oktober 2010 …
be THERE …
dan segeralah bergabung dengan kami…

REFLEKSI, “Mungkin, Ini Bakti-ku Yang Terakhir”

Silahkan di baca bagi yang tau posisi amanah saya... (afwan nggih... semoga ada yang faham)

Sungguh, saya tak nyaman dengan beberapa hari di tempat ini. mungkin saya terlihat santai nyaman, bahagia, tersenyum, dan tampak tak ada masalah. Sebenarnya memang tak ada masalah, hanya saja, ada hal mengganjal (baca: perilaku beberapa orang yang tak sesungguhnya saya simpati).

Tempat ini milik siapa???

Milik semua mahasiswa di sini bukan??? Hanya mungkin pengurusnya yang sering di sini.

Saya tak nyaman ... inilah, yang memutuskan saya, mungkin ini baktiku yang terakhir di tempat ini, di amanah ini.