Jawaban Tuk Status Sahabatku.......
09 Februari 2010
Ada seorang rekan organisasi saya (ikhwan)yang sempat melontarkan statusnya seperti ini (dengan sedikit peng-editan), intinya : “........... para orang tua gadis di dunia ini, saya berjanji tak akan memacari anak gadis kalian hingga saya belum benar-benar siap.........”
Hmm... pernyataan teman saya ini, menginspirasikan saya untuk menulis sesuatu untuknya. Mungkin yang sama-sama di satu organisasi, sama-sama aktivis, semoga bisa memahami beberapa hal yang ingin saya sampaikan ini.
Ada kata yang sedikit mengganjal, ketika anda mengatakan “....hingga saya belum benar-benar siap.” Afwan, menurut saya itu agak aneh. Karena dengan analogi saya, mungkin ketika suatu saat anda sudah siap, maka “anda akan memacarinya??”, ato dengan kata lain “anda setuju dengan konsep ‘pacaran’” hanya mungkin ini dikonsep lebih bagus., begitukah?? Mungkin, memang sedikit referensial yang perlu di ubah sedikit dalam pernyataan anda tadi.
Yang kedua, hanya sebuah tanggapan, seandainya saja, benar, semua putra-putri di dunia ini punya prinsip seperti anda, ---dengan sedikit refisi dalam konteks referensialnya---, mungkin “ladang yang mengurangi pahala” itu akan mampu diruntuhkan sedikit demi sedikit. Hanya saja, hanya segelintir remaja, yang punya prinsip, teguh, keukeuh seperti anda ini.
Fakta tersendiri, teman saya ini pun pernah mengatakan, meskipun benar ia telah punya prinsip ini, tapi terkadang akan mudah sekali tergoyahkan. Sering saja, terselip keinginan “andai saja.... andai saja.....” dan seterusnya. Memang angan-angan sering membuat lupa, karena itu jangan pernah bosan-bosan ber-istighfar padaNya, minta tolong Allah tuk bentengi hati ini, dari hal-hal yang tak Ia Ridhoi.
Fakta lagi, di zaman hedonis seperti ini, terkadang masih saja ada orang tua yang berbeda pendapat. Mungkin di sinetron pun sering ditayangkan, bagaimana mungkin seorang orang tua, malah meminta anakanya untuk segera ber-pacar-an. Hmm... aneh bukan??? Apakah karena si orang tua, takut anaknya tak laku-laku??? Padahal jodoh itu ada di tangan Tuhan. Nah lagi-lagi dengan embel-embel, “ini kan ikhtiar??”, namun, kembali lagi apakah ikhtiar yang digunakan dalam hal ini sudah sesuai dengan syariat islam kah??? Mungkin, memang perlu dikoreksi lagi dan dikaji lebih lanjut, sehingga mainset mereka bisa berubah.
Harapan saya, ini tak hanya sekadar dalam lisan atau tulisan saja, tapi juga mampu membentuk dalam hati setiap jiwa yang menginginkan keberkahanNya. Semoga semua remaja putra dan putri memiliki pemahaman –dengan sedikit prubahan—yang sama dengan anda. Dan semoga, para orang tua pun juga mampu berkolaborasi dengan anaknya, membimbingnya ke arah yang lebih baik. Amin.
Sekali lagi, saran saya untuk anda,sahabatku, jagalah hati jangan kau nodai. Ketika “sesuatu hal” mulai menjangkiti engkau, mohon ampun segeralah padaNya. Dan jagalah hati anda, dan biarkan apa yang ada di hati anda hanya anda dan Allah sajalah yang tau itu. Siapa tau,kelak engkau benar-benar dirihoi Allah biosa dipersandingkan dengan apa yang ada di hati anda. Keep positive thingking with Allah.
Semoga bermanfaat sahabatku.... saya juga sedang sama-sama belajar, semoga Allah selalu mengingatkan kita dengan jalan terbaikNya. Dan Dia lah seaik-baik penjaga. Maha suci Allah dengan segala firmanNya. Amin.
Wallahu a’lam bishowab. J
_alone with luph_
(yang merindukan kasih sayangMu)
@kos BBS,morning
090210/0355
Tetap update tulisan dari Hesti Khuzaimah Nurul Yusufiyah di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!
