• Home
  • CyberMQ
Rindu Ayah Bunda....
be a smart moslem.....
  • Profile

    • Hesti Khuzaimah Nurul Yusufiyah
      Hesti Khuzaimah Nurul Yusufiyah
      Lilahi ta’ala.... berbakti pada orang tua--belajar--kuliah--ngaji--nulis--dakwah--aktivis--hmmm.... insyaallah... semoga dimudahkan ^^
  • Categories

    • cerbung-ku (5)
    • dunia kuliahku (8)
    • islam (10)
    • me (13)
    • politik (2)
    • puisi (7)
    • short story (3)
    • tentangku (5)
    • Uncategories (16)
  • Tag

      BEM, hari anak, al azhar, kairo, mesir, sahabat, maaf,
  • Archives

    • July 2010
    • June 2010
    • May 2010
    • April 2010
    • March 2010
    • February 2010
    • January 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • October 2009
  • Links

    • bem fmipa
    • fauzi_akh
    • hendro
    • hujja
    • jilbab online
    • mas eky
    • mas kuro
    • mas ridho
    • mas rizza
    • mbak eva
    • mbak mitha
    • mbak puuuuu
    • mbak risma
    • mbak tia imut
    • mii
    • muslimah or id
    • teteh dewi
  • Statistik

      Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 10507 kali
Feb 09

Sosok Akhwat untuk Koord Keakhwatan???

islam 0 Comment »

Bismillah.........

Ini  jawaban dari PR untuk adik-adik mentoring SMA.

Hmm, meskipun baru bisa berjumpa satu kali, tapi itu sangat berharga bagiku. Berawal dari pertanyaan adik kelas, “mbak gimana si, sebenarnya sosok yang paling bagus buat jadi koordinator keakhwatan???”

Hmm wuaduw, seperti tersambar petir rasa-rasanya. Ehm, untuk adik-adikku, sedikit bercerita flashback tentang kehidupanku masa lalu. ^^

Adikku, tak seperti yang kau bayangkan, sebenarnya pertanyaan yang mudah ini akan jadi jawaban yang sulit bagi diriku. Kenapa tidak, karena aku merasa aku bukanlah sebaik yang kalian kira. Aku masih belajar adikku. Apa yang aku sampaikan tadi, juga hasil belajarku selama ini, dan tak ada yang istimewa, karena sebenarnya, materi yang aku sampaikan tadi, sudah banyak pula yang mengetahuinya.

Adikku, andai kau tau,aku baru bersyukur, ketika aku masuk kuliah ini. Banyak bersyukur kepadaNya, karena banyak nikmat dan hidayah dari karuniaNya. Maha suci Allah. Ketika SMA, aku memang sudah berada di organisasi seperti ini, seperti kalian. Namun, ya masih seperti itu, hanya ikut-ikutan, dan selama tiga tahun itu pun, aku belum dapat mendapat “feel” dari seorang “aktivis”. Bisa dibilang aku dulu yang masih “nakal”, “pecicilan”, “gak tau malu”, atau “Tomboy”,hampir-hampir aku pun juga jadi gak tau, gimana si akhwat yang sebenar-benarnya.

Alhamdulillah, sedikit demi sedikit kini aku mulai tau dan mengerti.

Adikku, jika kau katakan “akhwat”, maka pertanyaanku, apakah yang kau maksud “akhwat” itu hanya anak Rohis aktif?? Hmm... ralat sedikit ya dek, akhwat, sebenarnya artinya “saudara perempuan”, hmm tapi kini maknanya telah menyempit. Ya, akhirnya aku mengerti maksudmu.

Adikku, mungkin ini bukanlah jawaban yang tepat, tapi, sebenarnya aku tak mampu menilai atau memberikan batasan-batasan secara jelas, bagaimanakah akhwat yang baik untuk memimpin keakhwatan di rohis. Yang jelas adikku, seperti yang aku sampaikan saat sebelumnya, ketika kita dipercaya untuk memimpin, maka laksanakanlah segenap tanggung jawabmu, dan selalu contoh bagaimana seorang pemimpin yang baik menurut islam?? Yupz, beliau, Baginda Rosulullah saw dan sahabat-sahabatnya lah yang sudah sepantasnya kita contoh.

Namun, ketika pemimpin itu sudah dipersempit dengan lingkup “akhwat”, coba marilah kita berkaca degan sahabiah-sahabiah di zaman rosullullah. Mungkin menjadi seorang pemimpin yang ulung di tengah kesendiriannya??? Ada Siti Khadijah, Aisyah, fatimah az zahra (keluarga nabi) yang mampu mengemban amanah, membantu nabi memimpin mendampingi dakwah beliau hingga titik darah penghabisan.

Ketika yang engkau tanyakan itu tentang fisik, maka tak ada batasan nilai “cantik” pada fisiknya. Namun, lebih menyoroti “cantik”agama, akhlak, dan pribadinya. Ehm... jadi maksudnya, ketika ia bisa mempercantik dirinya dengan nilai-nilai ibadahnya., akhlaknya, dan menerapkan pada pribadi kesehariannya. Ini berarti kefahaman tentang keislamannya akan menjadi pertimbangan yang utama. Karena di sini yang dicari adalah seorang pemimpin yang bisa memimpin umatnya untuk menegakkan agama Allah.

Adikku, jika engkau hendak memilih pemimpin untuk memimpin pasukanmu, maka pilihlah yang terbaik agama, akhlak dan pribadinya. Tak lupa, ikutkanlah Allah dalam perhelatanmu ini. Artinya, semua keputusan terakhir ada di tangan Allah, libatkan Ia dalam hal ini,mintalah petunjukknya, dengan berdialog dengannya, di tengah malam suci, ketika Ia, benar—benar akan mengabulkan doa tiap hambaNya yang saat itu sedang meminta kepadaNya, yak, di sepertiga malam akhirmu.

Adikku, tak ada gading yang tak retak. Mungkin memang atak ada yang terbaik menurutmu. Tapi mungkin diantara mereka ada yang terbaik menurut Allah. Lalu mana yang akan engkau pilih??? Pilihan Allah bukan??? Right... jangan bersedih hati, adikku, yakinlah akan ketetapannnya. Ingatlak ketika di suatu ketika ada hal yang menyimpang, maka sudah kewajibanmu sebagai sesama muslim, buat saling mengingatkannya. Jangan hakimi, tapi ingatkan, dan dampingi, berikan yang terbaik yang dapat kau berikan untuknya, karena dia pun juga manusaia yang tak akan luput dari khilaf.

Adikku, tak ada ukuran nilai angka dari 1-100. Karena, hal itu tak dapat di ukur, itu sangatlah rentan dengan penilaian subyektif. Dan secara garis besar, mungkin kamu bisa ikut menilai, apakah akhwat yang kau pilih menjadi pemimpinmu itu berhasil menjadi seorang pemimpin???

 Nice... pembinaan secara kontinue, pendampingan, dan saling menasehati adalah satu hal terpenting juga untuk membuat level “akhwat” lebih baik. Maka, saling tolong-menolonglah dalam hal kebaikan.... ^^

 

(afwan jika masih banyak terjadi kekhilafan di sana-sini, atau mungkin jawaban yang kurang pas, atu kurang jelas, syukron... semoga bermanfaat)

 

Wallahu a’lam bishowab

 

(_dari seseorang yang sedang belajar_)

_alone with luph_

080210/2230

@kos BBs/night

(read more ...)
.::. Designed by SiteGround Web Hosting

cssandhtml